Cahaya itu diatas cahaya…

Menerangi jalan menuju cinta-Nya



Jumat, 01 Juli 2011

Pasien Perdana

Bismillahirrahmanirrahim…

Kalau kartu GSM/CDMA punya istilah kartu perdana kami menyebutnya Pasien Perdana.

Belakangan ini, saya dan teman-teman PONED ditagih dan "dikejer" sama ka. Puskesmas mengenai linfaskes jampersal di puskesamas kami yang kalo diibaratkan anak kuliah masih fresh graduated keberadaannya. Kedatangan kami PTT PONED pada bulan Mei dengan formasi 1 orang dokter dan 3 bidan disambut baik khususnya oleh kepala puskesmas dan rekan kerja yang lain, ya walaupun selentingan miring tetap saja ada karena bangunan Puskesmas PONED ditempat kami memang belum dibangun. Saya saluuut dengan ka. Puskesmas yang gesit dan friendly dengan semua karyawan dan program khususnya dengan PONED. Kami diharapkan bisa segera merealisasikan tempat bersalin di puskesmas dengan segala keterbatasan biaya dan tenaga.

 (intermezoo..) Sebelumnya saya jelasin dulu ya apa itu Puskesmas PONED.
Puskesmas PONED singkatan dari Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar yaitu Puskesmas yang memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan obstetric (kebidanan) dan neonates emengensi dasar penatalaksanaan pertama apabila ada kegawat daruratan pada kehamilan, persalinan dan Bayi baru lahir.

Linfaskes persalinan merupakan tempat fasilitas kesehatan untuk ibu bersalin (persalinan di fasilitas kesehatan) jadi ibu yang mau melahirkan diharapkan tidak melahirkan dirumahnya lagi minimal di fasilitas kesehatan RB, klinik, puskesmas atawa RS untuk mencegah keterlambatan dalam memberikan pertolongan pada ibu-bayi.

Sedangkan Jampersal adalah Jaminan Pembiayaan pelayanan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanann nifas termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir, sasarannya adalah seluruh perserta yang belum punya jaminan persalinan (askes, sktm, jamkesmas, dll) rencananya persalinan Gratis untuk semua. 

Nah kesemuanya ini programnya pemerintah pusat untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara Negara Indonesia tercinta ini salah satu penyumbang angka kematian ibu dan bayi terbesar. Ketiganya saling bersinergi untuk mengoalkan MDG’s (Millenium Development Goals) Menurunkan Kematian Ibu ¾ dan  Kematian Bayi 2/3 dari tahun 1990-2015. 

(balik lagi) Tepatnya 1.5 bulan kami di puskesmas menyiapkan bangunan untuk tempat melahirkan. Kata Ka. Puskesmas kami “biarlah bangunan PONED belum ada yang penting tempat bersalinnya ada dulu alias poned-poned-an).” Oke lah kalo begitu, Alhamdulillah, pas disebelah puskesmas ada rumah dinas kepala puskesmas yang ga dipergunakan. Alhasil bangunan yang cukup luas ini dirombak dan di setting rumah bersalin, dipercantik dengan  Inkubator bayi (masih ada logo sponsornya nih P**T*M**A, makasih sanget), bed partus,  meja Gyn yang klasik ( keto’e buatan taun 90’an), partus set lengkap, obat-obatan, oksigen… Alhamdulillah ya Alloh.. walaupun agak usang tetapi masih layak. Kendala muncul pada penyediaan alat-alat seperti abocath, infuse set, ambubag bayi, Doppler (ga ada Doppler susah juga sulit ketauan si bayi distress/ga), karena gudang obat ga nyediain yang begituan (jadi curhat..)

ruang lahiran :)

Dilalahnya, Ka.Puskesmas kemarin nanya, “Nin, Rumah bersalin udah bisa dipake kan? Ko belum ada pasiennya. Masa sepi-sepi aja??” Nina : “ tenang aja dok, kalo orang mau melahirkan ga bisa disuruh mules, sosialisasi ibu-ibu yang aterm (siap lahir) juga udah, ntar juga datang ko.. bidan desa udah pada banyak yang boking ko..(sambil semyum-senyum).”

Eeh ternyata harapan kami dan Ka. PKM terkabul pasien perdana dataaaaang kiriman bidan puskesmas kami… ternyata jam 5.54 pagi tadi saya di smes rekan bidan “Nin ada partus (lahiran) di tunggu di puskesmas sekarang.” Untungnya sudah siap, langsung ke TKP secepatnya dengan bantuan motor antik, semoga pasien ga kebrojolan.. Bismillah…

Nyampe PKM(puskesmas) jam 6.15 pasien hamil ke-2 pembukaan 6 cm..yuuuk mari kita observasi. Sempet sport jantung juga dengan si ibu secara hamil anak ke-2 dengan tinggi badan ibu 143 cm, riwayat bayi besar, eeh ketuban pecah agak keruh, caput, inersia uteri sekunder pula, feeling udah ga enak duh jangan-jangan rujuk. Akhirya dokter Putri memutuskan di drip (dikasih obat perangsang), denyut jantung bayi bagus. Jangan ngeden dulu buu…Sabar bu…sabaaaaar…. Banyak do’a yaaa…

Assalamu'alaikum..aku ganteng kan :)
Jam 10.30 siibu udah ga kuat dan kecapean, tapi karena kita-kita semangat banget dan kompak serta terus ngasih motivasi (itu ruang bersalin rame dengan bidan desa yang gentian pasrtisipasi nyemangatin si ibu).. Alhamdulillah bayi lahir dengan  selamat 11.05, laki-laki 3900gr/51cm (paantesan sempet distocia). Welcome, Selamat datang ke terminal dunia sayang… amanah besar menunggumu.  

New baby born…  :)
trimakasih udah jadi Pasien dan bayi perdana di Rumah Bersalin Puskesmas kami, do’akan kami biar Rumah bersalin ini tetap eksis dan kami bisa bermanfaat dengan profesi kami. Amin

Ga ada yang sia-sia dari kesabaran, Allah SWT mengganti rasa sakit si ibu, kecemasan si ayah, do’a-doa keluarga dan kita semua dengan senyuman, syukur, dan sesuatu yang indah pada akhirnya. Percaya dengan janji Allah, kalo niat kita baik Insya Allah dipermudah Allah SWT .

tetap semangat untuk semua Midwife.. Bismillah teman-teman! love u all

Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah Ya Allah

doain ya om-tante
biar jadi aku jadi anak soleh :)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar