Cahaya itu diatas cahaya…

Menerangi jalan menuju cinta-Nya



Senin, 19 November 2012

Resensi Novel "Negeri Para Bedebah"


Judul Buku          : Negeri Para Bedebah


Penulis                 : Tere-Liye

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit       : Juli 2012

Halaman             : 440 hal

Harga                 : 65.000 diskon jadi 58.000

“Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru disbanding kisah nyata.

Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.

Tetapi setidaknya, kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.”

Baris tulisan di atas merupakan tulisan yang tertera pada bagian cover belakang novel ini. Yeeah, novel ini merupakan novel kedua Tere-Liye yang saya beli di book fair beberapa hari yang lalu. Kenapa tertarik dengan buku ini? Pertama judulnya memang menarik dan enak untuk di ucapkan. “Negeri Para Bedebah”, kata terakhir di belakangnya kayaknya yang bikin novel ini kesannya provokatif banget. Emang dimana sih negeri yang katanya bedebah itu? emang ada ya? Kenapa bisa bedebah? Sebegitu bedebah-kah?

Novel ini di buka dengan wawancara yang dilakukan Julia seorang wartawati terbaik di majalah ekonomi review mingguan kepada seorang konsultan  keuangan yang bernama Thomas, seorang  professional yang menjadi tokoh utama dalam novel ini,. Thomas yang merupakan ahli konsultasi ekonomi professional yang lulus dari universitas ekonomi terbaik, menjadi pembicara pada konferensi ekonomi antarbangsa, dan yang tak terduga Thomas adalah seorang petarung sejati.

Kisah ini berlanjut, suatu malam Thomas di hubungi orang kepercayaan keluarganya yang bernama Ram , bahwa, segerombolan polisi sedang berada di rumah Om Liem (om-nya Thomas) memastikan akan terjadi penangkapan besar. Kabar itu berhembus makin kencang bahwa Bank Semesta yang dipimpin oleh Om Liem mengalami pailit dan merugikan negara, masalah keuangan yang sangat besar. Negara hendak memutuskan dua perkara apakah Bank Semesta ini akan diselamatkan ataukah dinyatakan di tutup dengan risiko akan terjadi dampak sistemik bagi negara yang sangat besar. Masalah Bank Semesta ini kelak bukan hanya berdampak pada ditutup atau tidaknya bank ini akan tetapi risiko terjadinya krisis moneter pada tahun 1998 bisa jadi akan terulang.

Novel action ini menceritakan petualangan Thomas alias Tommy yang berusaha menggagalkan usaha penutupan Bank Semesta oleh pemerintah. Di tengah petualangannya terungkap cerita masa lalu Tommy kecil, hubungannnya dengan Om Liem, usaha-usahanya untuk menemui menteri keuangan, Gubernur bank sentral, putra mahkota pemenang pemilu dan sederet pengalaman menegangkan  hanya dalam dua hari untuk menyelesaikan tugasnya menyelamatkan Bank Semesta. Dalam perjalanannya Tommy mengalami hal-hal yang tak terduga, kayak  bertemu kembali dengan pejabat kepolisian bintang tiga serta petinggi kejaksaan yang terlibat dalam kematian kedua orang tuanya dan kehancuran bisnis keluarganya, dendamnya semakin membara untuk membalas dendam. Ia memutuskan sekuat tenaga akan menyelamatkan Bank Semesta dari kehancuran dengan bebagai macam cara, ya cara apapun bahkan jika harus menyumpal mulut sebanyak mungkin pihak  yang terkait Bank Semesta. Ia berjanji dengan janji seorang petarung sejati.

Novel ini novel yang hebat, saya mendunga-duga sepertinya Tere-Liye merupakan seorang lulusan pendidikan ekonomi. Istilah-istilah ekonomi, penjelasan tentang ekonomi modern, suku bunga, asal muasal bank, perputaran uang, indeks saham, perkreditan, money laundry, inflasi, stabilitas ekonomi, dampak sistemik global bla…bla…bla… terjelaskan dengan bahasa yang sederhana, mudah di pahami. Sedikit dahi berkerut wajarlah, malah membaca berulang tentang suatu konsep yang dijelaskan semakin membuka wacana tentang fenomena gegernya kasus hukum terkait masalah ekonomi yang  mirip terjadi di negeri ini. Tau kan? Itu lho Century Gate, alias skandal Bank Century.

Dulu waktu anget-angetnya bank century (sekarang gimana ya kasusnya? Menguap sampe gak terlihat ) Waktu nyimak di berita tentang heboh tentang tim tujuh di bentuk untuk membuka  kasus Bank Century, yang saya tahu hanya, ”Oooooh, ada masalah korupsi ya di Bank Century, Oo, ternyata kasus ini melibatkan pejabat-pejabat penting di kenegaraan ya, oooh… kasian ya ibu Endang di mintai pertanggung jawabannya layaknya tersangka, wooww ternyata Negara mengalami kerugian hingga triliyunan toh akibat skandal Bank Century. Yaaa, hanya sebatas itu.

Siapa yang pernah nonton film trilogy “Bourne”? Cung? Naaah serunya novel ini mirip-mirip kayak penyelamatan Bourne dari orang yang hendak mencelakakannya. Novel ini menjawab pertanyaan saya mengapa kasus Bank Century bisa terjadi dengan bahasa yang saya pahami mengikuti alur cerita dan penjelasanya Tommy. Bagi yang seneng  ekonomi  serta senang mengamati permasalahan politik ekonomi dan global ini buku layak dibaca.

Tak ada gading yang tak retak terdapat  banyak kebetulan dan keberuntungan yang dialami oleh Tommy. Yaa walaupun si penulis novel berhak saja menulis kebetulan-kebetulan itu toh didukung dengan penjelasan yang berusaha menguatkan kebetulan dan keberuntungan yang dialami. Sepertinya novel ini kelak akan terdapat cap Best seller di covernya. Hmmm, gimana kalau di filmkan? sepertinya menarik.

Eh… kasus Bank Century sama gak ya dengan Bank Semesta? Hmmm, entahlah yang pasti Bank Semesta hanya ada di negeri para Bedebah

Minggu, 18 November 2012

Resensi: Rembulan Tenggelam di Wajahmu


Judul Buku          : Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Penulis                 : Tere-Liye

Penerbit               : Republika

Tahun Terbit        : 2009

Halaman              : 426 hal

Harga                  : 60.000 diskon jadi 48.000

Huaaaa… kok berasa lebih tua setelah mengenang kembali apa yang udah di tulis kemarin-kemarin (padahal emang iya). Masa iya sih? Berasa tua atau muda sudahlah tak masalah yang penting kedewasaannya (tuh kan bener makin tua).

Alhamdulillah Ya Allah, dua hari yang lalu itu hari yang menyenangkan berada di kumpulan buku-buku tepatnya di Cirebon Islamic Book Fair. Dompet dan amunisinya udah dikumpulin, memang dari rumah udah niat ngabisin budget bulanan buat beli buku baru. Dan hasilnya sodara-sodara salah satunya daku membeli buku ini hasil rekomendasi Ivon Sagita sang pelahap buku-buku Tere-Liye. Dan pada akhirnya komitmen itu dibuat “bulan ini harus tahaaaan dari yang namanya jajan” .

Kenapa akhirnya buku Tere Liye ini yang terpilih? Karena ivon bilang novel ini novel yang keren banget, katanya pemeran utamanya selalu merasa bahwa takdir selalu tidak berpihak padanya dan ternyata Tere Liye itu selalu menilai sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Keren dan bagus pokoknya Uni (panggilan temen2 deketku).

Jadi Begini:

Ray (tokoh utama dalam kisah ini), ternyata memiliki kecamuk pertanyaan sendiri. Lima pertanyaan sebelum akhirnya ia mengerti makna hidup dan kehidupannya.

Lima pertanyaan dan lima jawaban.

Orang dengan wajah menyenangkan itu yang kelak menemani dan menjawab 5 pertanyaan Ray tentang mengapa ia berada dipanti yang menyebalkan itu? Apakah hidup ini adil? Kenapa takdir menyakitkan itu harus terjadi? Mengapa hidupnya terasa hampa dan kosong? Dan mengapa ia harus mengalami sakit yang berkepanjangan?

Ray dan orang dengan wajah menyenangkan itu flash back melihat apa yang terjadi senyatanya. Sebetulnya, tentang apa yang ia anggap menyebalkan, menyakitkan, kekecewaan, ternyata itulah hal-hal yang menjadi jembatan orang-orang di sekitarnya mencapai derajat kemuliaan seperti Diar dan istrinya Ray si ‘Gigi Kelinci”.

Mulai dari  ia tinggal di panti dan sangat membenci penjaga panti. Saat ia melarikan diri dari panti dan berada di rumah singgah menemukan keluarga barunya, Menjadi buruh kerja dan bertahap merayap naik menjadi kepala mandor dan akhirnya menjadi pemilik kongsi bisnis terbesar yang pernah ada, memiliki hari-hari yang bahagia bersama istri namun tragis di penghujungnya dan bagaimana ia melampiaskan sakit hatinya pada takdir dengan menjadi seseorang yang workaholic.

Ray selalu memandang rembulan dalam kesepian dan kesendiriannya. Sejak ia dipanti sampai ia menjadi seorang yang sukses di karirnya. Tak ada yang ditutupi saat Ray memandangnya, Ia tak pernah berdusta ataupun munafik  saat memandang rembulan semua apa adanya. Ia memiliki cara berinteraksi yang luar biasa dengan kuasa langit.

Novel ini menarik. Bagaimana Tere Liye bisa menyampaikan gambaran ketidak adilan hidup yang dialami Ray dengan sudut pandang yang tidak kasat mata. Dengan sesuatu pelajaran hidup yang tidak pernah terduga mengapa itu terjadi. Tidak bisa ditebak, semua tokoh dalam novel ini berpilin membentuk hubungan yang saling berkaitan satu sama lain. Ray, Diar, Penjaga panti, Nathan, Ilham, Si ‘Gigi Kelinci”, Plee, Koh Ceuh. Novel tentang kehidupan yang di bumbui kesederhanaan bahasa dan jalan cerita ini memang menarik. Penjelasan Orang dengan Wajah Menyenangkan bersama Ray itu lho, kesannya bijak bangeeeeeet.

Hebatnya, Tere Liye menyadarkan bahwa …. “Begitulah kehidupan. Ada yang kita tahu. Ada pula yang kita tidak tahu. Yakinlah dengan ketidak tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri” (hal 423).

Notes saya mengenai novel ini: novel ini recommended untuk di baca para pencari jawaban kehidupan, untuk  bagi yang pernah merasa kecewa, kehilangan dan merasa sial dalam hidupnya. Yang sering berkata”Oh Tuhan mengapa ini harus terjadi padaku? Apakah hidup ini adil untuku?” Monggo di temukan jawabannya.

Mau baca kontemplasi saya tentang novel ini klik aja ini. :) 


Sabtu, 17 November 2012

Kontemplasi, "Rembulan Tenggelam di Wajahmu"


Memutuskan untuk kembali menulis, ya sudah terlau penuh dalam otakku cerita yg ingin kubagi, kutulis dan ku tuang menjadi suatu,eh salah menjadi sesuatu. Jangan tanya sesuatu itu apa, yang pasti sesuatu itu bukan Syahrini, cukuplah itu dalam otakku saja.

Tamat sudah ku baca novel ini, “Rembulan Tenggelam Di Wajahmu” karangan Tere-Liye. Yang pada awalnya setengah hati ku lirik nama ini di jajaran buku bacaanku setahun yang lalu. Sekarang buku itu ada dalam genggamanku hasil provokasi seorang teman yang menceritakan tentang novel-novel Tere-Liye. Baiklah sebagai pembuka perkenalanku dengan  buah pikir Tere-Liye aku memutuskan membeli novel “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” dan “Negeri Para Bedebah”.

Ya… Novel yang menarik dari sudut pandang yang berbeda. Berdeda, bagaimana Tere-Liye membuat kita bisa berpikir dan memaknai bahwa suka, duka, air mata, kecewa, penghianatan, kejahatan, kejatuhan, kondisi yang membuat kita tidak nyaman atau apalah itu merupakan jalan cerita kehidupan kita yang tidak akan pernah habis untuk dijawab mengapa, jalan cerita bahwa tak semua pertanyaan harus punya jawab, bahwa semua bentuk-bentuk yang menyakitkan hati itu pada akhirnya merupakan jalan kita untuk menemukan kebahagiaan, jawaban yang mungkin saja kita dapat tahu dengan sangat-sangat terlambat. Bahwa jangan pernah pesimis dari takdir hidup.

Ya… semua pertanyaanku terjawab semakin jelas. Tahukah bahwa kehidupan kita ini ibarat benang yang saling berpilin, berkaitan satu sama lain, tak terduga. Nyatalah memang bahwa, tak ada yang perlu di sesali dari takdir hidup yang membuat kita tersungkur berdarah-darah. Mencari kambing hitam dari keterpurukan dan kesedihan apalagi harus mengutuk atau menyalahkan Tuhan. “Oh Tuhan, adilkah semua ini untuk-ku? Mengapa ini Kau timpakan untuk ku? ”  dan daftar pertanyaan panjang lainnya untuk Tuhan.

Sudahlah, masihkah kau percaya bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sia-sia? Bahwa sesuatu pasti ada hikmahnya. Kalimat itu Beraaaaaaat untuk dijawab bagiku yang pernah merasakan bagaimana itu kecewa dan kehilangan, ini menyakitkan! Tahukah, sekarang aku hanya bisa percaya bahwa tak ada yang sia-sia dalam perjalanan hidup ini semua perih, kekecewaan, penghianatan, kehilangan, ketidakpedulian dan air mata. 

Yeah klise memang, tapi itulah nyatanya setiap inchi dalam kehidupan telah diatur begitu sempurna bahkan sebelum kita lahir. Kekecewaan kita terhadap takdir merupakan ketidakdewasaan kita dalam mengambil hikmah. jadi? Yaaaa, cukuplah kita YAKIN bahwa semua yang terjadi mesti ada hikmahnya, bahkan yang tidak bisa pernah kita temukan jawabannya sekalipun.

Bila ada air mata yang mengalir, tak mengapa bila butirannya kelak menjadi sesuatu yang membuat hati ini lebih legowo dan lebih lembut dalam menilai, tak mengapa bila beradu pada luka menjadi perih namun dapat terobati. Toh tak akan ada tawa bila tak ada tangis, tak ada bahagia kalau tak pernah merasa sedih.

“Jadi adakah kehidupan ini adil?” tanyanya.

“Percaya dan yakin, Ya! Karena tidak semua pertanyaan harus memiliki alasan. Yang ku tau ilmu dan pengetahuanku terbatas. Mutlak yang ku tau karena Robb-ku takkan pernah dzalim padaku.” (sending message).

Sabtu, 27 Oktober 2012

Baby Ghina


Pernah seorang sahabat saya bercerita bahwa semakin tinggi ilmu yang kita miliki semakin nyata bahwa kita memang tidak bisa mengetahui banyak hal, semakin tinggi ilmu yang kita punya tidak menjamin kita paham tentang spesialisasi ilmu yang lainnya.

Seorang konsultan dokter spesialis kandungan tidak bisa memahami spesialisasi ilmu kedokteran anak, seorang yang bertitel professor di bidang ekonomi bisa saja nihil pengetahuan dalam bidang hukum. Karena pada hakekatnya semakin tinggi kita menunjukan sebetulnya kita terbatas.

Do’a yang tulus saya lantunkan untuk bayi Ghina yang sedang berjuang untuk tetap bertahan atas dera sakitnya tusukan jarum infuse yang berusaha bertahan menusuk bagian venanya yang rapuh. Harumnya tubuh bayi Gina masih melekat di baju ini, karena beberapa jam yang lalu saya sempat menggendongnya, mengusap keningnya, mengusap-ngusap telapak kakinya yang mungil, sesekali menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut. Bayi Ghina tetap lunglai tak bertenaga, sesekali menangis.

Sungguh, keinginan untuk menolong bayi Ghina memuncak di hati saya, dengan ilmu yang saya punya saya ingin bayi ini sembuh tanpa harus dirawat lagi dan lagi. Dengan usia yang masih 13 hari Ghina menahan sakit dan perih, 3 kali masuk rumah sakit dan diinfuse itu sesuatu yang menyayat hati bagi bundanya, ayahnya dan siapapun yang melihat. Tapi kondisi baik bisa berubah menjadi buruk, dan tak ada orang tua yang berharap kondisi anaknya menjadi lebih buruk akibat kelalaiannnya mengambil keputusan. Dan keputusan itu membuat bayi Ghina kembali memasuki ruangan bercat putih yang berbau Lysol itu.

Sekuat tenaga saya mencoba agar demamnya hilang, nihil hasilnya, beralih saya mengantar Ghina bersama orang tuanya ke dokter, dokterpun angkat tangan karena Ghina harus ditangani oleh yang lebih ahli alias dokter spesialis anak. Pada akhirnya Ghina harus menempuh perjalanan yang sangat jauh menemui sang dokter spesialis hanya untuk menangani demamnya dan kondisi lemasnya.

Saya ini siapa? Sekuat baja saya berusaha agar Ghina tak perlu dirawat kandas nyatanya Ghina memerlukan seseorang yang memang lebih ahli dalam sakitnya ini. Ada perasaan sedih melihat si kecil Ghina yang diberi cobaan seperti itu, terlebih buat kedua orang tuanya. Saya hanya bisa menguatkan bunda dan ayahnya  Ghina, menguatkannya agar tetap  bersabar dengan cobaan ini.

Subhanallah, ini adalah ladang pengorbanan, kesabaran, keikhlasan yang berhektar-hektar tak berbatas bagi kedua orang tua Ghina. Bagaimana tetap berbaik sangka terhadap takdir, bagaimana menyikapi masalah dengan hati yang tenang, bagaimana menyerahkan semua yang terjadi kepada pemilik masalah itu. kita ini siapa? Tanpa ada yang kuasa atas diri kita. Atas apa yang tengah terjadi pada Ghina dan kondisi yang menimpa keluarganya dan bagaimana jika kita yang berada di posisi keluarga tersebut. Tentunya apa-apa yang sedang terjadi pada Ghina pastinya sudah Allah swt takdirkan tertulis di cerita hidupnya Ghina dan kedua orang tuanya. Setiap detail dengan begitu sempurna. Adakah keteraturan ini muncul dengan begitu tiba-tiba?

Memaksimalkan ikhtiar tentunya akan dilakukan semampu kepala menyentuh langit. Dan kita ini apa jikalau tanpa Yang Maha Berkuasa atas tiap diri-diri kita? Ghina, “menyentil” saya bahwa ilmu yang saya miliki berbatas,  bahwa memaksimalkan ikhtiar menjadi salah satu jalur untuk hidup, bahwa nyata saya butuh sesuatu yang Maha Berkuasa untuk merubah segala kondisi, buruk menjadi baik, sempit menjadi lapang, panas menjadi dingin, sakit menjadi sembuh, tangis menjadi tawa, duka menjadi bahagia.

Insya Allah, semoga Allah SWT mengangkat sakitnya Ghina, Amin…


Senin, 01 Oktober 2012

Antara Habasyah dan Madinah


Ust. Pizaro Novelan Tauhidi

Antara Habasyah dan Madinah
Saat hijrah berubah menjadi cinta
Kala segala asa tertumpah PadaNya

Bisakah manusia sepertimu wahai Alif, jatuh dari surga tanpa menyentuh buah quldi.
Mengendap memeluk Qur’an tanpa terjaring razia tajwid
Memojok di awal Al Araf hingga membuat Ibnu Qayim Al Jauzi jatuh cinta

Katakan saja jalannya…
Bukankah pelangi tidak saja berwarna merah
Langit Jingga belum tentu senja
Dan Bintang terang tidak menyala di siang hari

Ain Sin Qaf….

Adakah izin kami menjadi kekasih ketujuhmu
Setelah Al-Ankabut, Ar-Rum, Luqman, As-Sajdah, Al-Baqarah dan Ali Imran mendahului kami
Karena kami dengar Iblis iri padamu
Engkau mampu menggoda manusia, tanpa harus membangkang terhadapNya

Ketika Airmata Nabi Ibrahimku menetes
Sebelum Bunda Siti Hajarku merindu

Kenapa engkau diam saja
Buat apa kami cemburu padamu

Katakan kepada handaimu wahai ayat-ayat Alif
Bahwa aku ingin belajar seperti kalian
Untuk hanya bisa dimengerti oleh Tuhan

Dan aku tersedu ketika Alif membawakan surat Maryam kepadaku

Ayat Enam Belas: Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,

Ayat Tujuh Belas: Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

Ayat Delapan Belas: Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

Ayat Sembilan belas: Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

Ayat Dua Puluh: Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

Ayat Dua Puluh Satu, Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.

Ayat Dua Puluh Dua, Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

”Dan Alif berkata, Kenapa tidak akhi?!”
“Bukankah Allah engkau diciptakan dari tidak ada menjadi ada?

Rabu, 26 September 2012

ANALISA PAK JOKO


Lagi pengen nulis sesuatu yang ngalor ngidul dulu ya. pandangan saya tentang berita di panggung politik  kota Jakardahh, yang diakibatkan oleh bapak-bapak yang suka peke baju kotak-kotak.

Kenal sama yang namanya pak Joko dan pak Ahok? Mesti kalo yang hobi nontonin layar kaca tipi, layar kaca lepi, layar kaca hape udah kenalan sama dua nama itu via layar kaca :p

kedua bapak ini merupakan salah satu dari beberapa calon gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Pertama kali saya tau pak Ahok dari layar kaca berita saat itu pak Ahok ini lagi gencar di beritain berkaitan dengan daerahnya Bangka Belitung yang lagi naik daun dikarenakan promosi film laskar pelangi saat itu , secara pak Ahok ini bupati Babel. Muda dan idealis (dari kata2nya saat di wawancara) yaaa itu kesan saya pertama kali liat,

Kalo pak Joko alias pak Jokowi, saya tau beliau waktu gencar-gencarnya mobil rakitan salah satu SMK di kota Solo dan saat itu pak Walikota ini membuat terobosan menggunakan mobil bermerek Esemka ini untuk dipergunakan di jajaran pemerintahan kota Solo. Muda, membuat terobosan dan merakyat. Itu kesan pertama saya tau pak Joko. Saking penasarannya saya sempet ngubek-ngubek berita buat cari tau ada apa dengan pak Joko ini ko bisa booming begitu. Usut punya usut ternyata beliau pernah membuat kebijakan memindahkan lahan pedagang kaki lima di kota Solo tanpa kekerasan dan berjalan damai (sama-sama hepi), padahal selama ini yang kita tahu kalo masalah pemindahan lahan dengan pedangang biasanya diikuti dengan yang namanya rusuh ya walaupun gak semua. Trus pernah dinobatkan sebagai walikota terbaik entah itu di Asia atau di dunia (lupaa).

Setelah pak Joko dan pak Ahok ini mencalonkan diri sebagai gubernur, peta politiknya udah mulai kebaca nih. Hahay, saya udah mulai jadi pemerhati amatiran. Waktu masa kampanye Cagub ini berlangsung 5 besar saya pernah bilang ke abah ane “ bah, coba liat ya kalo kata nina kemungkinan besar jokowi nih yang bakalan jagi Gurbernur DKI Jakarta.” Dan  ini terbukti, karena dari awal maennya udah rapiiih, terprogram dan di setting dengan baik.

Kenapa saya bisa berkata seperti itu, ini evidence basednya (buka buku):
  1. Yang namanya politik itu ada tata cara maennnya, ada role-nya. Kalo yang udah pernah baca novel Indonesia Incorporated by Zaynur Ridwan pasti tau lah yaw. Disitu bisa ada candidate, komite, tim sukses, para konsultan, sponsor, serta yang bikin istimewa ada campur tangan “ORGANISASI” (klo bener “organisasi” ini ikutan maen ini nih nyang bikin syerem). Nah, kalo menurut saya nih naik daunnya nama pak Joko kurang lebih periode setahun lalu itu bisa karena ada campur tangannya orang-orang yang saya sebutkan itu. campur tangan komite, konsultan itu sangat penting, ada diagnosa untung rugi milih kandidat kalo udah fix sponsor siap money, buat mendukung nah tim sukses jadi sarana pengiklanan yang ampuh. pinjem bahasa kaskus sundul terus gan  ane kasih cendol (nah lho). Sejak mobil Esemka itu pak Joko makin down to earth, namanya juga makin booming.
  2. Pemilihan candidate Cagub dari tiap-tiap partai itu penentuannya gak sebulan dua bulan.. mainannya tahunan. Minimal satu tahun sebelum ia muncul udah mulai tuh di “poles-poles” kandidatnya biar makin "cantik dan ganteng", gak ding maksudnya gak fisiknya aja tapi yang utama track recordnya, salah satu contoh bahasa lembutnya terlarang untuk keluarga apalagi istri atawa anak-anaknya membuat sang ayah terperosok karena masalah sepele, program yang bagus-bagus sama terobosan-terobosan yang udah dibuat di ekspose terus .
  3. Peranan media itu penting, bahkan temen aye pernah bilang tuh kalau mau kuasai masa ya kuasai medianya. Gampang kok, kl udah kuasai media-nya apapun yang mau di tulis tentang kandidat yang di dukung mau yang sebagus-bagusnya tanpa cela, mau jatuhin lawan mainnya, mau naikin namanya, mau diinget terus namannya tampilin aja terus di tipi kayak iklan pasti tuh lama-lama nempel di kepala pemilih. Taukan contohnya, saya pernah nonton TV yang punyanya pak Paloh, weeeits setiap pencet tombol ke TV itu kok bapak itu lagi pidato terus hehe ya iyalah wong tipinya. 
  4. Perasaan saya, Saya nilai beberapa stasiun tipi kok kayaknya condong ke pak Joko ya… contoh misalnya dalam 1 minggu ada 30 berita tentang para candidate nah 10nya pak Joko 20 berita lainnya di bagi  sisa 4 kandidat lainnya. Ah, mungkin ini hanya perasaan saya saja J

Nah itu beberapa alasan seorang pemerhati amatir. Di atas itu yang bisa disimpulkan kenapa pak Joko akhirnya menjadi yang terpilih hehe…

Harapan saya, semoga DKI Jakarta bisa lebih baik, pak Joko klo ditanya wartawan tentang rencana kerja ke depannya sering banget ngomong “yang penting eksekusinya” (emang siapa yang mau di gantung pak? Heu..)

Saya bukan warga Jekardahh (baca Jakarta), tapi sebagai pusat ibu kota ya suri tauladan/ contoh yang baik kepada kota tetangga-tetanga yang dekat dan terjauhnya. Wokeh pak, selamat mengeksekusi !



Drama Korea “Thank You”


Yaaa….. pada akhirnya saya kembali dan memulai untuk menulis lagi. Sebetulnya ada beberapa hal yang udah saya tulis tapi sepertinya belum layak untuk di share…hee… terlalu private gitcu J

Daripada ngalor ngidul saya mau share tentang sesuatu…tenang sesuatu itu yang pasti bukan tentang syahrini ataupun membahas gangnam style yang lagi booming. Saya mau share tentang Korean drama yang udah kesekian kali saya tonton dan kesekian kali juga anehnya saya gak merasa bosen. Judule “Thank You”  atau yang dibahasa jawanya disebut terima kasih di bahasa indonesianya matur nuwun alias arigato alias muhun bin syukron (apaan siich…).



Drama korea ini beda dari drama korea yang lain karena menurut yang saya baca drama ini memang menceritakan tentang kehidupan keluarga sederhana di Pulau Pureun di balahan pulau yang menjadi bagian dari Seoul. Pemainnya pun yaaa kalo dibandingin sama pemain korea yan masih muda dan imut agak jauh lah tapi kalo di liat dari segi ekting, jalan cerita, karakter, dan makna film ini waaaaaah saya piker drama ini gak kalah dengan drama korea yang nampilin 4 cowok bunga itu.

Young shin, dr. Min gi Seoh, Lee Bom, Sun Hyuk (ayah biologis Bom) dan kakek satu lagi si nenek… ke-6 karakter ini bisa menguatkan isi cerita menjadi hidup. Saya saranin sangat untuk yang mau nonton drama korea sambil termehek-mehek, atau mau liat gimana tegar-tangguhnya seorang single parents membesarkan anak sejak dari kandungan sampe 10 tahun tanpa suami ditambah harus mengasuh seorang kakek tua yang sudah pikun, atau mau liat gimana tindakan-tindakan medis di dalam drama ini juga ada lho.

Sebetulnya yang mau saya share initinya adalah ini niii…
Do you know, bahwa si Sun Hyuk adalah ayah kandung dari anak bernama Lee Bom. Lee Bom itu anak yang takdirnya terkena virus HIV dikarenakan kecerobohan seorang dokter (calon istrinya dr. Min) saat transfuse darah. Setelah ia memperoleh apa yang diinginkannya yaitu mengejar sebuah prestise dan eksistensi di tempat kerjanya, sukses sebagai seorang eksekutif muda ia kembali ke pulau Pureun dan tanpa dinyanya takdir mempertemukannya kembali dengan ibu Bom dan si gadis kecil Bom.

Usut punya usut akhirnya ia menyadari bahwa Bom adalah anak biologisnya dari Young Shin. Apa yang terjadi sodara-sodara… (saya suka gak tega ngeliat wajah dan jalan hidupnya mister Sun Hyuk ini) ia menyesal sejadi jadinya telah menelantarkan young shin dan bom selama 10 tahun tanpa kabar dan tanpa tau kalau ia telah memiliki anak (terlaluuuu). Penyesalannya itu menyadarkan ia bahwa ia ingin kembali kepada young shin dan ingin menjadi ayah Bom yang diakui. Ia meminta maaf sama ibunya Bom ibu Bom Cuma tersenyum sumir dan berkata “ aku telah memaafkan semua kesalahanmu, tapi asalkan kau tahu Bom bukan anakmu ia anak malaikat (sambil berlalu)” makjleb…. Menangis kedalem, dan ekspresinya mister Sun Hyuk kaciwa dan hwaaaa ;’(

Drama ini nunjukin gimana gambaran orang yang merasa sangat bersalah dan ingin memperbaiki kesalahanya. Namanya orang niat minta maaf apapun kan dilakukan untuk mengambil hati. Di bibir semua orang bisa mengatakan ya aku memaafkanmu tapi hati yang paling dalem gak ada yang bisa nyangka dan hati bisa aja lebih jujur dari pada lisan. Maaf itu tak bisa digantikan dengan kondisi yang baru, walaupun hati dan lisan telah berpadu untuk bekerja sama mengungkapkan kejujuran “ aku telah memaafkanmu” tapi kondisi tak selamanya sesuai dengan harapanmu. Menerima konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan terhadap kehidupan, terhadap orang di seliling kita itu merupakan bentuk tanggung jawab kedewasaan kita. Tidak ada asap kalo tidak ada api, teori sebab akibat juga bisa berlaku di diri kita.  Berhati hati-hati dalam bertindak dan berbuat itu penting lho… jangan sampe seperti mister Sun Hyuk ini, nelongsooo walaupun sudah di maafkan…

Young shin, hmmmm saya salut cara dia mendidik anak yang terkena HIV. Cara ia membesarkan Bom dan bagaimana ia mengatasi permasalahan hidupnya. wonder women di pulau Pureun lah pokoknya. Mencoba untuk tetap tegar dan tidak mudah menangis di depan anaknya walaupun masalah berada di pundaknya. Ini berat sodara, saya belajar banyak dari ibu Bom ini. B elajar menghargai hidup dan belajar mengucapkan terima kasih pada orang yang telah menyakiti kita (lho kok bisa?).

Hmm… kalau yang saya tangkep juga selain menceritakan kehidupan sederhana seorang ibu dan anaknya, drama ini menceritakan tenang apa itu ketulusan, perbuatan tanpa pamrih, makna terdalam dari sebuah kata terima kasih, perjuangan, pengorbanan, legowo, tegar ditengah badai, memaafkan dan mensyukuri hidup
Di akhir-akhir episode ini, dr. Min pernah berkata kepada Sun Hyuk,

Dr. Min: dulu kau pernah bertanya apa arti ibu Bom dan Bom bagiku… keajaiban, mereka adalah kejaiban bagiku

Mr. Sun Hyu; (ekspresi kaget dan sumir)

Keajaiban, berasal dari kata ajaib. Ajaib itu klo menurut saya suatu yang di luar masuk akal dan terjadi. Saya coba merangkum apa yang di maksud dr. Min . Ia menganggap bahwa ibu Bom dan Bom adalah keajaiban, keajaiban bagaimana seorang yang sederhana, biasa-biasa saja bisa merubah kehidupan dr. Min menjadi orang yang bisa menghargai orang lain, mau mengalah, care, lebih percaya Tuhan dan pada akhirnya percaya dunia yang kejam ini ternyata sangat indah.

Keajaiban itu mendatangkan kebahagiaan bagi orang yang memaknainya dengan positif. Keajaiban itu datang dari restu Sang Illahi Robbi kepada hamba yang dipilihnya. Ada yang melalui usaha adapula yang dapat meraihnya dengan Cuma-Cuma saya mau sebut itu karunia/pemberian. Keajaiban itu membahagiakan hati, membawa senyuman, cinta, pengormatan, keinginan untuk tidak ingin menyakiti, keinginan untuk selalu membahagiakan, keinginan untuk bersyukur. Impact-nya dari semua keajaiban itu adalah ucapan “Thank You” , sebuah kata simple sejuta makna bahwa terima kasih Kau telah memberikan semua ini untukku.

Saran: tanpa alih suara, drama ini lebih dapet banget feel-nya

=Thank You J=